PENGARUH RANGE OF MOTION TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM HKBP BALIGE

  • Rika Elvriede Hutahaean STIKes Murni Teguh
  • Muhammad Taufik Daniel Hasibuan STIKes Murni Teguh
Keywords: Range of Motion, Muscle Strength, Ischemic Stroke

Abstract

Ischemic stroke is a disruption of blood supply to the brain which results in stoppage of blood flow and blood clots that cause atherosclerosis. Ischemic stroke patients can be given training or therapy to help maintain or increase muscle strength with range of motion. Range of motion is usually given during the recovery period or when the patient's condition has improved with a frequency of twice a day in 10-15 minutes. This study aims to determine the effect of range of motion on muscle strength in Balige HKBP General Hospital. This type of research uses one group pretest-posttest and the sample used in this study amounted to 30 people, and the total sampling used in sampling techniques in the population. Data collection was carried out by questionnaire, observation and interview as well as data testing which was carried out using the Wilcoxon test. From the test results obtained a significant effect of 0,000. That is, there are differences in muscle strength before and after given the range of Motion. This proves that Range of Motion affects the increase in respondent's limb muscle strength. The hospital is expected to make an SPO in the handling of rehabilitation of ischemic stroke patients to maintain and increase muscle strength.

 

 

Abstrak

Penyakit stroke iskemik merupakan terganggunya pasokan darah ke otak yang mengakibatkan berhentinya aliran darah dan terjadi pembekuan darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Pasien stroke iskemik dapat diberikan latihan atau terapi untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot yaitu dengan range of motion. Range of motion biasanya diberikan pada masa pemulihan atau pada saat kondisi pasien sudah membaik dengan frekuensi dua kali sehari dalam waktu 10-15 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh range of motion terhadap kekuatan otot di RSU HKBP Balige. Jenis penelitian ini menggunakan one group  pretest-postest dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, serta total sampling dipakai dalam teknik pengambilan sampel pada populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan kusioner, observasi dan wawancara serta uji data yag dilakukan dengan uji Wilcoxon. Dari hasil uji didapatkan pengaruh yang signifikan sebesar 0.000.  Artinya, terdapat perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan range of Motion. Hal ini membuktikan bahwa Range of Motion berpengaruh pada peningkatan kekuatan otot ekstremitas responden. Rumah Sakit diharapkan membuat suatu SPO dalam penanganan rehabilitasi pasien stroke iskemik untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan otot.

Published
2020-04-27