ANALISIS PERAN FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL YANG DAPAT DICEGAH TERHADAP KETERLAMBATAN RUJUKAN DAN PENANGANAN DI KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT

  • Jasmi ati Akbid Pemkab Aceh Utara
  • Firman F Wirakusumah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Hadyana Sukandar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Farid Husin Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Yudi Mulyana Hidayat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Unggul Yudatmo RSUD Kabupaten Karawang
Keywords: Maternal Mortality, Delays in Referral and Treatment

Abstract

Maternal mortality rate is an important indicator of public health quality. Most of the causes of maternal mortality are preventable factors such as patients, health workers, health facilities and referral. The purpose of this study was to analyze of the role of factors maternal mortality could have been prevented to delays in referral and treatment. This is a sequential explanatory mixed method research. The first stage is carried out through quantitative cross sectional study with data capture as much as 65 maternal mortality could have been prevented retrieved from 2015’s Maternal Perinatal Audit (AMP) documents  in Karawang Regency. The second stage is through qualitative approach with Focused Group Discussion (FGD) and in-depth interviews.The results of quantitative research shows that the majority (52 cases or 80,0%) of maternal mortality could have been prevented with delays in referral and treatment and there is a significant role of patient factors, health workers, health facilities with delays in referral and treatment while the referral factor does not have a significant role. Qualitative research results indicate that maternal mortality is caused by patient factors such as mother’s attitude toward risk, delayed and/or refusing treatment; factors of health workers due to lack of early detection, poor quality of service, lack of skilled professionals and late treatment; health facilities factors due to poor facility; referral factors such as referral refusal, referral inaccuracies and referral delays due to patient’s financial factor and team coordination and cross-sectoral cooperation is also contributing factors. The failure of early detection and decision-making due to lack of capacity of health personnel to recognize and capture high-risk cases and failure to effectively provide information, education and communication (KIE) are factors that cause delays in referral and treatment. Therefore, active participation of society, stakeholders, health professionals and policy makers are required to improve the quality of obstetric care to reduce maternal mortality.

 

Abstrak

Kematian maternal menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyebab kematian maternal dapat dicegah meliputi faktor pasien, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan rujukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran faktor penyebab kematian maternal yang dapat dicegah terhadap keterlambatan rujukan dan penanganan. Desain penelitian menggunakan sequensial eksplanatory mixed method. Tahap pertama secara kuantitatif yaitu cross sectional dengan pengambilan data dari dokumen Audit Maternal Perinatal (AMP) tahun 2015 sebanyak 65 kematian maternal yang dapat dicegah di Kabupaten Karawang. Tahap kedua secara kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan sebagian besar kematian maternal yang dapat dicegah mengalami keterlambatan rujukan dan penanganan yaitu 52 kasus (80,0%) dan terdapat peran yang bermakna dari faktor pasien, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan terhadap keterlambatan rujukan dan penanganan sedangkan faktor rujukan tidak terdapat peran yang bermakna. Hasil penelitian kualitatif didapatkan penyebab dari faktor pasien karena karakteristik ibu berisiko, terlambat mencari penanganan dan menolak pengobatan, dari faktor tenaga kesehatan karena kurangnya deteksi dini dan kualitas pelayanan, kurangnya tenaga profesional dan terlambat penanganan, dari faktor fasilitas kesehatan karena kurang fasilitas, dari faktor rujukan karena menolak rujukan, kurang tepatnya rujukan dan keterlambatan rujukan terkait biaya dan koordinasi tim serta kerja sama lintas sektor juga merupakan faktor yang berperan. Keterlambatan deteksi dini dan pengambilan keputusan karena kurangnya kemampuan tenaga kesehatan mengenali dan menjaring kasus risiko tinggi serta tidak efektif memberikan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang menyebabkan keterlambatan rujukan dan penanganan. Diperlukan peran serta masyarakat, stakeholder, tenaga kesehatan dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan untuk menurunkan kematian maternal.

References

Aeni N. (2013). Faktor risiko kematian ibu. Kesmas. Volume Mei;7(10):453-9.
Dinkes Provinsi Jawa Barat. (2014). Profil kesehatan provinsi Jawa Barat.
Dinkes Kabupaten Karawang. (2014). Profil kesehatan kabupaten Karawang.
Fibriana AI & Azam M. (2010). Three delay model sebagai salah satu determinan kematian ibu di kabupaten Cilacap. Kesmas. Volume 6(1):16-23.
Godevay H, dkk. (2015). Risk factors for maternal mortality in rural Tigray, Northern Ethiopia: a case-control study. Plos One. Volume Desember 17:1-12.
Kemenkes RI. (2010). Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat. Pedoman Audit Maternal Perinatal.
Kemenkes RI. (2014). Panduan operasional sistem jejaring rujukan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir puskesmas - rumah sakit.
Kemenkes RI. (2015). Rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Jakarta.
Liang J, dkk. (2011). Preventable maternal mortality: Geographic/rural urban differences and associated factors from the population-based maternal mortality surveillance system in China. BMC Public Health. Volume 11(243):1-9.
M Cham JS & S Vangen. (2005). Maternal mortality in the rural gambia, a qualitative study on acces to emergency obstetric care,. Reproductive Health Journal, Bio Med Central.
Mbaruku G, dkk. (2009). Perinatal audit using the 3-delays model in western Tanzania. International Journal of Gynecology and Obstetrics. Volume 106:85-8.
Mundayat AA, dkk. (2010). Target MDGs menurunkan angka kematian ibu tahun 2015 sulit dicapai.
Merali HS, dkk. (2014). Audit-identified avoidable factors in maternal and perinatal deaths in low resource settings: a systematic review. BMC Pregnancy and Childbirth. Volume 14(280):1-12.
Ochako R, & Gichuhi W. (2016). Pregnancy wantedness, frequency and timing of antenatal care visit among women of childbearing age in Kenya. Ochako and Gichuhi Reproductive Health, Bio Med Central. Volume 13(51):1-8.
Puti S, Ika D, & Nunik K. (2014). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko kehamilan 4 terlalu (4 T) pada wanita usia 10-59 tahun (analisis Riskesdas 2010). Media Litbangkes. Volume 24(3):143-52.
WHO. (2014). Global reference list of core health indicators. Working draft version 6 Geneva.
Yego F, dkk. (2014). Risk factors for maternal mortality in a tertiary hospital in Kenya:a case control study. BMC Pregnancy and Childbirth. Volume 14(38):1-9.
Published
2019-11-29