PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MURNI TEGUH CILEDUG KOTA TANGERANG

  • Roby Nuryadin Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Murni Teguh
  • Seriga Banjarnahor Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Murni Teguh
Keywords: Knowledge, Pulmonary TB, Video Media

Abstract

The large number of cases of recurrence in pulmonary TB patients is due to the patient's lack of knowledge and skills to carry out self-care at home, therefore the use of methods and media is one of the important things in health promotion. This is related to health promotion targets and materials. The aim of this research is to determine the effect of health promotion media in the form of audio-visual videos on increasing knowledge of pulmonary tuberculosis patients at the Murni Teguh Ciledug Hospital, Tangerang City. This research is a quasi-experimental research with Control Group pretest-posttest design, namely by taking initial measurements before and after being given treatment. The results of the Wilcoxon test obtained a p value of 0.000 < 0.05, which means that H1 can be accepted, namely: This shows that after being given the educational video, there was a comparison with the one before it was given.

 

Abstrak

Banyaknya kasus kekambuhan pada pasien TB paru karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan pasien untuk melakukan perawatan diri sendiri di rumah maka dari itu Penggunaan metode dan media merupakan salah satu hal yang penting dalam promosi kesehatan. Hal ini berkaitan dengan sasaran dan materi promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media promosi kesehatan berupa video audio visual terhadap peningkatan pengetahuan pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Kota Tangerang. Penelitian ini berupa penelitian quasi eksperimental with Control Grup design pretest-posttest yaitu dengan cara melakukan pengukuran awal sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil uji wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 yang berarti H1 dapat diterima yaitu : Hal ini menunjukan bahwa setelah diberikan video edukasi mengalami perbandingan dengan yang sebelum diberikan.

References

1. Amin, Z., & Bahar, A. (2014). Tuberkulosis paru. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid I. Edisi VI.Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2. Profil Kesehatan Indonesia. (2018). Data Dan Informasi.2018.
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil kesehatan indonesia.2016.
4. Hikmawati, A, N. (2021). Pendidikan kesehatan dengan media audio visual berpengaruh terhadap dukungan keluarga pada pasien tbc. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal.
5. Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. (2022). Data rekam medik pasien tb paru rawat jalan tahun 2022.
6. Sitanaya, R, I. (2019). Efektivitas flip chart dan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan siswa sd negeri katangka tentang karies gigi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 8.2 (2019): 63-68.
7. Hartiningsih, S, N. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dan media booklet terhadap perilaku caregiver dalam mencegah tuberkulosis pada anggota keluarga. Health Sciences and Pharmacy Journal 2.3 (2018): 97-102.
8. Muthia, F. (2016). Perbedaan efektifitas penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan media audiovisual (film) terhadap pengetahuan santri madrasah aliyah pesantren khulafaur rasyidin tentang tb paru tahun 2015. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura.
9. Hikmawati, AN., Hartiningsih, SN., Setyawan, A., & Adkhanasari, DN. (2021). Pendidikan kesehatan dengan media audio visual berpengaruh terhadap dukungan keluarga pada pasien tbc. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal 11.1 (2021): 63-70.
Published
2023-12-07