BISKUIT FORMULASI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER BRACHYSOMA) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BAYI DUA TAHUN DENGAN STUNTING

  • Yusnidaryani Yusnidaryani Dosen Prodi Keperawatan Aceh Utara, Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Marlina Marlina Dosen Prodi Keperawatan Aceh Utara, Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Fitriani Agustina Dosen Prodi Keperawatan Aceh Utara, Poltekkes Kemenkes Aceh
Keywords: Height, Mackerel Fish, Moringa Leaves, Stunting, Weight

Abstract

Stunting is a major child health problem in Indonesia. Aceh is a province that is still a locus for stunting. Even though at the end of 2021 the prevalence of stunting in Aceh decreased significantly, the government is still trying to overcome it. Moringa leaves and mackerel are believed to have high benefits for the growth and development process of children. This study aims to identify the effect of biscuits from a formulation of moringa leaf flour (Moringa Oleifera) and mackerel (Rastrelliger Brachysoma) on increasing body weight and height in stunting clowns. This type of research is a quasi-experiment with a one group pre-test and post-test design. The variables used were the formulation of Moringa leaf flour and mackerel into biscuits, and anthropometric data in the form of weight and height of a two-year-old baby. The sample was 45 babies with stunting. Data analysis used t dependent with a significant degree of p value < 0.05. The research results showed that the average increase in body weight was 1.7 ± 0.53 and the average increase in height was 9.71 ± 4.01, the results of the bivariate test showed that biscuits formulated with Moringa leaves and puffed fish had a significant effect on weight gain with a p-value of 0.001 (<0.05) and increase in height. with a p-value of 0.000 (<0.05). In conclusion, there was a significant increase in body weight and height of stunted clowns who received biscuits formulated with moringa leaf flour and mackerel.

 

Abstrak

Stunting masih menjadi masalah utama kesehatan anak di Indonesia. Aceh merupakan provinsi yang masih menjadi locus stunting. Walaupun pada akhrir tahun 2021 prevalensi stunting di Aceh menurun secara signifikan, pemerintah tetap berupaya untuk mengatasinya. Daun kelor dan ikan kembung dipercaya memiliki manfaat yang tinggi untuk proses tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi pengaruh biskuit dari formulasi tepung daun kelor (Moringa Oleifera) dan ikan kembung (Rastrelliger Brachysoma) terhadap peningkatan berat badan dan tinggi badan pada baduta stunting. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dengan desain one group pre test dan post test. Variabel yang digunakan adalah formulasi tepung daun kelor dan ikan kembung menjadi biskuit, dan data antoropometri berupa berat badan serta tinggi badan bayi dua tahun. Sampel adalah bayi dua tahun dengan stunting berjumlah 45 baduta. Analisis data menggunakan t dependent dengan derajat signifikan p value < 0.05. Hasil penelitian rerata peningkatan berat badan  1.7 ±0.53 dan rerata peningkatan tinggi badan 9.71 ±4.01, hasil uji bivariat bahwa biskuit formulasi daun kelor dan ikan gembung ada pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan berat badan dengan p-value 0.001 (<0.05) dan kenaikan tinggi badan dengan p-value 0.000 (<0.05). Kesimpulan, terdapat peningkatan berat badan dan tinggi badan baduta stunting secara signifikan yang mendapatkan biskuit formulasi tepung daun kelor dan ikan kembung.   

References

1. Sentana, LF., Harahap, JR., & Hasan, Z. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stinting pada anak usia 12-14 bulan di kelurahan kampung tengah kecamatan sukajadi pekanbaru. J Ibu dan Anak. 2018;6(1):1–9.
2. Nations, U., Unicef, F. (2013). Improving child nutrition the achievable imperative for global progress.
3. Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta; 2018. Available from: https://kesmas.kemkes.go.id/assets/ upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku hasil studi status gizi indonesia (ssgi) tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota tahun 2021. Available from: https://www.badankebijakan. kemkes. go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/
5. Black, RE., et al. (2008). Maternal and child undernutrition 1 maternal and child undernutrition : global and regional. Lancet [Internet]. 2008;371(9608):243–60. Available from: https://jurnal.uns.ac. id/agrihealth/article/view/47071
6. World Health Organization. (2014). World Health Statistics 2014. Available from: https://play.google.com/books/ reader?id=_dIXBgAAQBAJ&pg=GBS.PA2&hl=id
7. Direktorat Gizi Masyarakat. (2018). Praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) untuk perubahan perilaku pemenuhan asupan gizi anak dalam upaya pencegahan stunting. Available from: https://kesmas.kemkes.go.id/assets /upload/dir_60248a365b4ce1e/files/1PAPARAN-STUNTING-DIR.GIZI_1222. pdf
8. Kurniawati, F., Nengah, I., & Komalyna, T. (2021). Pastel tutup daging ayam dan daun kelor sebagai pemberian makanan tambahan balita stunting di puskesmas dinoyo kota malang : kajian nilai gizi , mutu protein dan daya terima chicken and moringa oleifera casserole as supplementary feeding stunted toddler. Available from: https://jurnal.uns.ac. id/agrihealth/article/view/47071. 2021; 2(1):8–16.
9. Muliawati, D., Sulistyawati, N., & Utami FS. (2019). Manfaat ekstrak moringa oleifera terhadap peningkatan tinggi badan balita. Pertemuan Ilmiah Tahunan Politeknik Kesehatan karya Husana Yogyakarta. 2019. p. 46–55.
10. Tandirau, BS., Sagita, S., & Rante, SDT. (2020). Pengaruh pemberian serbuk daun kelor (moringa oleifera) terhadap peningkatan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas naibonat kabupaten kupang. Cendana Med J 2020;8(2):156–63. Available from: https://ejurnal. undana.ac.id /CMJ/article /view/3360
11. Mahmood, KT., Mugal, T., Haq, IU. (2010). Moringa oleifera: a natural gift-a review. J Pharm Sci Res. 2010;2(11):775–81. Available from: https://www.researchgate.net/publication/289088517_Moringa_oleifera_A_natural_gift-a_review
12. Branca, F., Ferrari, M. (2002). Impact of micronutrient deficiencies on growth : the stunting syndrome. Annu Nutr Metab 2002;46(suppl 1):8–17. Available from: https://karger.com/anm/articlepdf/46/Suppl. 1/8/2222913/000066397.pdf
13. Trianinggsih, R., Idhayanti, RI., Masini. (2022). Efektivitas konsumsi ikan kembung dengan penambahan tinggi badan pada balita stunting usia 24-59 bulan. Repos Politek Kesehat Kemnenkes Semarang. 2022; Available from: https://karger.com/anm/article-pdf/46 /Suppl.1/8/2222913/000066397.pdf
14. Saranani, S,. et al. (2023). Pencegahan stunting melalui intervensi gizi spesifik pemberian nugget ikan kelor dan telur di desa torobulu kabupaten konawe selatan prevention of stunting through specific nutrition interventions providing moringa fish nuggets and eggs in torobulu villag. J Mandala Pengabdiaan Masy [Internet]. 2023;4(1):273–9. Available from: https://www.jurnal-pharmaconmw .com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/244/158
15. Rustamaji, GAS., Ismawati, R. (2021). Daya terima dan kandungan gizi biskuit daun kelor sebagai alternatif makanan selingan balita stunting. J Gizi Univ Negeri Surabaya. 2021;1(1):31–7. Available from: https://ejournal.unesa. ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41287
16. Badan Standardisasi Nasional. (2018). SNI biskuit direvisi, inilah yang baru. BSN. Available from: https://bsn. go.id/main/berita/detail/9383/sni-biskuit-direvisi-inilah-yang-baru
17. Purba, EC. (2020). Kelor (moringa oleifera lam.): pemanfaatan dan bioaktivitas. J Pro-Life 2020;7(1):1–12. Available from: https://ejournal2.undip .ac.id/index.php/joac/article/view/1296/0
18. Haryadi, NK. (2011). Kelor herbal multikhasiat : ampuh melawan : diabetes mellitus, kolesterol. 1st ed. Surakarta: Delta Media; 2011.
19. Damayanti, A., Widiawati, I. (2022). Efektifitas pemberian ekstrak daun kelor (moringa oliefera) terhadap produksi asi dan kenaikan berat badan bayi. J Kesehat Siliwangi. 2022;2(3):861–9.
20. Irwan, Z., Salim, A., & Adam, A. (2020). Pemberian cookies tepung daun dan biji kelor terhadap berat badan dan status gizi anak balita di wilayah kerja puskesmas tampa padang. Aceh Nutr J. 2020;2020(5):45–54.
21. Susanti, NN., Sukmawardani, Y., & Musfiroh, I. (2016). Analisis kalium dan kalsium pada ikan kembung dan ikan gabus analysis contents of potassium and calcium in mackerel fish and cork fish. 2016;3(1):26–30. Available from: https://journal.unpad.ac.id/ijpst/article/view/7913/3625
Published
2023-12-01